Image of Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai

Buku

Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai



Marah Rusli adalah contoh sastrawan besar Indonesia yang benar-benar melampaui zamannya. Ia terus hidup, bersama keindahan cinta Sitti Nurbaya dan Samsulbahri, bersama kenangan dan kebencian orang-orang terhadap peringai Datunk Meringgih yang licik, akan tetapi sekaligus memesona.

Berkali-kali buku Sitti Nurbaya dibaca, berkali-kali pula ditemukan keindahan yang berbeda. Berkali-kali novel ini diperbincangkan, berkali-kali pula ditemukan misteri yang tak sama. Benarkah Samsulbahri adalah tokoh yang baik? Mengapa Datuk Meringgih yang digambarkan jahat pada akhir cerita menjadi patriot yang membela tanah air, dan kemudian wafat dengan darah membasahi ibu pertiwi? Siapakah sesungguhnya yang menjadi pahlawan?

Inilah novel tentang cinta yang indah, tentang patriotisme, dan tentang perjuangan nilai-nilai kemanusiaan yang selalu ada pada tiap zaman. Karena itulah, novel ini menjadi abadi. -
Joni Ariadinata, redaktur Majalah Horison

Apabila kita membaca kembali novel Sitti Nurbaya karya Marah Rusli maka sangat boleh jadi kita akan menemukan makna-makna baru. –
Maman S. Mahayana, Kritikus Sastra


Ketersediaan

HHS00093813 RUS s C.1Rak 800 Kesusastraan (Perpustakaan HHS)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
813 RUS s
Penerbit PT Balai Pustaka : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
xviii + 364p; 14,8 x 21 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
979-407-167-6
Klasifikasi
813
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Mohon maaf sementara ini tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this