"Hai, perkenalkan nama saya Afdal. Pustakawan baru di HHS Library. Ini merupakan tulisan pertama saya di konten Slims Akasia ini. Tulisan ini akan membahas salah satu perpustakaan keren yang ada di Jakarta."

Alkisah... Semenjak saya tinggal di Depok selama 3 bulan, saya rindu ke perpustakaan. Dulu pas sekolah juga paling senang kalau nemu buku bacaan bagus. Berasa nemu harta karun. Sekarang sih perpustakaan saya yah Gramedia. Eeeh…

Nah, kemarin scrolling-scrolling twitter, nemu info di Erasmus Huis ternyata udah ada perpustakaan baru dan kece pula desainnya. Oiya, Erasmus Huis itu adalah nama tempat yang merupakan pusat kebudayaan Belanda yang terletak di Jakarta. Lebih tepatnya sih ada di dalam lingkungan Kantor Kedutaan Belanda. Berdasarkan info dari salah satu teman saya, dia dulu pernah sekali ke situ buat bikin Visa Schengen, tapi gak pernah sampai masuk ke Erasmus Huis, pusat kebudayaan Belanda-nya. Info selanjutnya, di tempat ini selain ada perpustakaan, suka ada pameran juga dan konser musik serta acara keren-keren sih. Langsung deh besoknya saya ke sana.

Perpustakaan Kece di Jakarta

Pandangan pertama emang gak bisa bohong. Kece banget. Bagus banget sumpah. Pengen pindah kosan ke sini aja boleh gak. Di WC-nya aja yang super bersih endak apa-apa dah.

Pas masuk perpusnya, masih sepi hanya ada 4 orang kali. Tidak ada suara apapun. Tidak ada yang berbicara. Semua berkutat di laptop atau bukunya. Seketika aku jadi deg-degan, takut kalau bulu ketekku rontok dan jatuh ke lantai, bakal bunyi dan semua pada ngeliatin. Yas sepertinya kesunyian adalah harta berharga di hingar bingar Jakarta. Aku jalannya jadi sedikit jinjit-jinjit biar suara kakiku tidak menggangu mereka.

Bayanganku akan perpustakaan ideal sepertinya sudah cukup diwakili oleh perpustakaan baru ini. Aku berkeliling seadanya melihat-lihat koleksinya. Rata-rata didominasi oleh bahasa Belanda. Namun ada juga sih yang Bahasa Inggris dan Indonesia. Cuma emang harus pandai-pandai nyari. Kalau bingung tanyakan saja ke petugasnya.

Kebetulan pas aku masuk hanya ada seorang bapak-bapak. Katanya si ibu penjaga lagi meeting jadi mungkin dia ditugaskan untuk ngeliatin sehingga dia juga tidak begitu paham. Ya sudah aku pun menunggu dan memilih baca majalah Femina. Komplit nih edisinya! Ada majalah lain juga. Tak seperti yang lain yang duduk di meja panjang berbagi colokan dan sibuk bekerja, aku bisa duduk di kursi santai dengan karpet biru melingkar. Duh nyaman banget sih.

Gak berasa loh kalau begini berjam-jam…hingga si Ibu penjaga tiba dan teriak “Siapa yang mau bikin member?”

Bah! Aku pun langsung bergegas nemuin si ibu sambil mau membungkam mulutnya. Sssttt jangan berisik bu ini di perpus. Namun setelah itu aku diminta mengisi formulir yang pendek sekali hanya seukuran kartu pos. Setelah itu menyerahkannya ke si ibu beserta uangnya. Lantas si ibu bilang “Ya sudah letakin aja, kartunya nanti yah..”

Hm..setelah itu dia pun sibuk mengobrol dengan staff lainnya atau dengan pengunjung lain yang datang dan ingin meminjam buku. Beberapa pengunjung yang dateng udah berusia lanjut dan dengan si ibu penjaga mereka ngobrol bahasa Belanda. Wah bener-bener mereka seperti bertamu ke rumah temen rasanya.

Selama berjam-jam, akhirnya aku habiskan dengan baca majalah Femina, Now! Jakarta karena koleksinya cukup lengkap. Terus duduknya pilih di kursi yang empuk. Rasanya sudah lama sekali endak menyesap waktu seperti ini. Tidak pegang HP dan hanya melihat pengunjung yang datang-pergi begitu aja.

Meski gratis, menurutku kalau mau sering berkunjung, setidaknya berkontribusilah sedikit di Erasmus Huis dengan ikutan jadi member 30rb. Uang segitu rasanya sangat murah untuk segala fasilitas yang aku rasakan hari ini. Apalagi nih yah dengan desain tempatnya yang Instagram-able, mudah-mudahan membawa angin segar biar aku dan orang-orang makin banyak yang demen membaca, tak sekadar untuk berfoto ria. Amin!

Aku sendiri pun saking menghargai tempat ini, jadi tak sampai hati ngeluarin kamera. Pun aku tak bernarsis ria di sini karena ngerasa endak etis aja karena pasti ganggu yang lain. Akhirnya cuma foto di area kebunnya yang ada rumah Belanda imut. Ohya kalau laper, di sini ada cafe-nya juga. Kalau haus, bisa sih minum di dalem dengan botol masing-masing. Cuma jangan sampai makan aja. Ok sip!

Kapan terakhir kali kalian ke perpustakaan? Pasti pas bolos pelajaran sewaktu di sekolah yah.

 

Erasmus Huis Library

Alamat: Kav S- Setiabudi, Jalan Haji R. Rasuna Said Blok C No.3, RT.8/RW.3, Kuningan Timur – Jakarta

Jam Buka:

Senin – Kamis: 09.00 – 16.00 WIB

Jumat : 09.00 – 14.00 WIB

Sabtu : 09.00 – 13.00 WIB

Biaya Masuk: Gratis

Biaya Pinjem Buku (Jadi Anggota):

Rp. 30.000 / tahun (Bisa pinjem 3 buku / 3 minggu)

Rp. 60.000 / tahun (Bisa pinjem 5 buku / 3 minggu)

Koleksi: Kebanyakan buku berbahasa Belanda, tapi ada juga yang Bahasa Inggris dan Indonesia termasuk koran & majalah Indonesia.

Halte Transjakarta Terdekat: Kuningan Timur

Stasiun KRL Terdekat: Tebet

Smoking Room: Jika ingin merokok bisa ke luar perpus di mana ada area sekaligus tempat cafe.


Informasi


Akses Katalog Publik Daring - Gunakan fasilitas pencarian untuk mempercepat penemuan data katalog